27 Dari 84 SPPG DiInhu Sudah Beroperasi, 3 Menyusul

NADARAKYAT.COM, INHUSekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Zulfahmi Adrian, mewakili Bupati Inhu memimpin langsung Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Inhu yang digelar di Ruang Narasinga Lantai II Kantor Bupati Inhu, Senin (11/5/2026).

Dalam sambutannya, Sekda Zulfahmi Adrian menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis nasional Presiden Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar pemberian makanan gratis kepada masyarakat, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Program MBG ini bukan sekadar memberikan makanan gratis, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Ini langkah nyata dalam menekan angka stunting, memperbaiki gizi anak, serta meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Indragiri Hulu,” ujar Zulfahmi.

Ia juga menyampaikan, saat ini di Kabupaten Inhu telah beroperasi sebanyak 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aglomerasi dan dalam waktu dekat akan ditambah tiga SPPG baru guna memperluas jangkauan pelayanan program MBG.

Untuk memastikan program berjalan optimal, Sekda memberikan sejumlah penekanan penting kepada seluruh pengelola SPPG. Di antaranya menjaga kualitas dan higienitas makanan, memastikan distribusi tepat waktu, membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, serta mendorong penggunaan bahan baku dari petani dan pelaku UMKM lokal.

“Kita ingin program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan anak-anak, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa dan pelaku UMKM lokal,” tambahnya.

Selain membahas pelaksanaan program MBG, rapat tersebut juga menyinggung upaya Pemerintah Kabupaten Inhu dalam memperkuat pengelolaan lingkungan, khususnya penanganan sampah.

Pemkab Inhu berencana menggesa penyusunan regulasi melalui peraturan daerah (Perda), memperbaiki sistem pengangkutan sampah, melakukan peremajaan armada, hingga penambahan bak sampah.

Dalam ekspose tersebut, Zulfahmi turut menekankan pentingnya penjadwalan pengangkutan sampah. Nantinya, masyarakat akan diminta membuang sampah rumah tangga sesuai waktu yang telah ditetapkan agar pengelolaan sampah berjalan lebih tertib dan efektif.

Sekda berharap persoalan penumpukan sampah yang sempat terjadi tahun lalu tidak kembali terulang. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) juga didorong lebih aktif melakukan sosialisasi dan melibatkan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu dukungan dan kesadaran bersama dari masyarakat agar lingkungan di Inhu tetap bersih dan sehat,” tutupnya.

(S.H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *