Puluhan Jemaat GPdI Elshaddai di Pematang Reba Diduga Keracunan Sate, Dirawat di RSUD Indrasari dan Klinik Muizzah

NADARAKYAT.COM,INHU – Puluhan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Elshaddai Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), diduga mengalami keracunan makanan massal usai menyantap hidangan sate, Rabu malam (22/10/2026).

Dari pantauan di lapangan, Kamis (23/10/2026), sekitar 21 jiwa para korban saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Indrasari Pematang Reba dan Klinik Muizzah Pematang Reba.

Sumber keracunan diduga kuat berasal dari sate yang dipesan dari warung Sate Ajo di Jalan Seminai, Pematang Reba, untuk acara ibadah rayon gereja.

Salah satu korban, S.P. Simatupang, saat dikonfirmasi di klinik Muizzah yang masih menjalani perawatan membenarkan bahwa gejala mual dan sakit perut dirasakan setelah memakan sate yang dihidangkan tuan rumah.

“Semua kami yang ikut ibadah rayon yang makan sate tersebut semua kena keracunan dan semua dirawat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kejadian tersebut telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Inhu. Bahkan petugas Dinkes telah mengambil data dan sampel dari para pasien baik di RSUD Indrasari maupun di Klinik Muizzah.

“Hal ini juga sudah saya koordinasikan kepada pihak kepolisian,” tambahnya.

Hal senada disampaikan korban lainnya, Nainggolan, yang dirawat di RSUD Indrasari. Ia mengaku gejala muncul sekitar pukul 23.00 WIB setelah pulang ibadah.

“Setelah pulang ibadah rayon, sekitar pukul 23.00 WIB kami sekeluarga berlima merasakan mual yang sangat hebat, lalu mencret dan pusing,” katanya.

Korban lain bernama Heppi Manurung menjelaskan, dugaan keracunan dari sate semakin kuat karena dua anaknya yang tidak ikut ibadah juga ikut keracunan setelah memakan sate yang dibawanya pulang.

“Dua orang anak saya yang tidak ikut ibadah juga kena keracunan, karena saya bawa dua bungkus untuk anak saya di rumah. Anak saya juga merasakan sakit perut hebat dan muntah-muntah hingga dilarikan ke RS Indrasari,” ujar Heppi.

Sementara itu, M.S., pemilik hajatan yang memesan sate tersebut, saat dikonfirmasi Kamis malam membenarkan bahwa sate dipesan dari Sate Ajo Jalan Seminai sebanyak 25 bungkus.

“Saya pesan 25 bungkus untuk acara ito. Setelah selesai acara sekitar pukul 22.30 WIB sudah ada beberapa jemaat yang nelpon saya menyatakan mereka merasakan mual-mual, pusing dan sakit perut,” ungkap M.S.

Ia sendiri baru merasakan gejala keracunan sekitar pukul 06.00 WIB pagi.

“Saya baru merasakan gejala sekitar jam 6 subuh, begitu juga dengan anak saya dan mertua. Saat ini kami masih rawat jalan. Sudah dulu ya ito, saya masih merasakan pusing dan sakit perut,” singkatnya mengakhiri wawancara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Kesehatan maupun pengelola warung Sate Ajo terkait dugaan keracunan massal tersebut.

(S.H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *