Asisten I Saipul Bahri Buka Rakor Monev Bangda dan Aksi Konvergensi Stunting 2025

NADARAKYAT.COM, INHU – Penguatan tata kelola data merupakan kunci percepatan pembangunan daerah termasuk dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Indragiri Hulu.

Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Saipul Bahri saat hadir membuka Rapat Koordinasi Monitoring Evaluasi (Monev) Pengisian Web Monev Bangda dan Transformasi Aksi Konvergensi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting, Jumat (12/12/25) di Aula Lantai 2 Kantor Bappeda Pematang Reba.

Rakor yang menghadirkan perangkat daerah, camat se-Kabupaten Inhu, koordinator lapangan BPKB, operator kecamatan, serta penyuluh KB itu menjadi forum untuk menyatukan langkah guna memastikan data yang dikirim ke pusat benar-benar akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Membacakan sambutan bupati, Saipul Bahri mengatakan bahwa data bukan lagi sekadar laporan rutin, melainkan penentu arah kebijakan dan masa depan layanan publik.

“Kita harus bergerak lebih solid. Data yang akurat adalah fondasi kebijakan yang tepat. Tanpa data yang valid, percepatan penurunan stunting tidak akan pernah optimal,” tegasnya.

Menurutnya persoalan data selama ini bukan hanya kendala teknis, tetapi juga berkaitan dengan sinkronisasi lintas sektor, konsistensi pelaporan, dan keseriusan setiap unit kerja dalam menjaga akurasi informasi.

Karena itu, melalui Rakor ia berharap mampu memberi ruang untuk mengurai hambatan sekaligus merumuskan solusi yang dapat diterapkan langsung oleh para operator dan perangkat daerah.

“Rakor hari ini bukan sekadar melaksanakan program. Ini adalah wujud komitmen kolektif kita untuk menghadirkan Indragiri Hulu yang lebih sehat, lebih kuat, dan memiliki arah penurunan stunting yang terukur serta berkelanjutan,” tambahnya.

Saat ini, lanjut Saipul pemerintah pusat semakin ketat dalam menilai kualitas data daerah, sehingga kecamatan, OPD teknis, dan para penyuluh harus menjadi garda terdepan dalam menjaga validitas laporan.

“Kita berharap seluruh peserta Rakor dapat pemahaman yang seragam, semangat kolaboratif yang lebih kuat, serta komitmen bersama untuk memperbaiki tata kelola data stunting di Kabupaten Inhu,” tutupnya. (S.H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *