Ket Fhoto: Ketua DPRD Inhu Sabtu P. Sinurat (tengah pakai peci) saat melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla tahun 2026 dihalaman Kantor Bupati Inhu
NADARAKYAT.COM,INHU – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Sabtu Pradansyah Sinurat bersama Forkopimda mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Apel dipusatkan di halaman Kantor Bupati Inhu, Senin (22/6/2026) dengan inspektur upacara Bupati Ade Agus Hartanto.
Hadir dalam apel tersebut Wakil Bupati Ir. H. Hendrizal, M.Si Sekretaris Daerah Zulfahmi Adrian, unsur Forkopimda, serta kepala OPD di lingkungan Pemkab Inhu.
Bupati Ade Agus Hartanto dalam amanatnya menetapkan status siaga darurat Karhutla. Ia menginstruksikan seluruh instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat untuk mengoptimalkan sumber daya dalam upaya pencegahan, penanganan, dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Inhu.
Ketua DPRD Inhu Sabtu Pradansyah Sinurat menyatakan dukungan penuh DPRD terhadap langkah siaga darurat tersebut. Ia menekankan bahwa Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan urusan bersama seluruh elemen daerah.
“Dengan ditetapkannya status siaga darurat ini, kami di DPRD berharap semua pihak benar-benar bergerak cepat dan tidak menunggu sampai terjadi kebakaran besar.
Pencegahan harus dikedepankan. Kami siap mengawal kebijakan, regulasi, dan penganggaran yang dibutuhkan agar operasi Karhutla berjalan maksimal di lapangan,” ujar Sabtu P. Sinurat.
Politisi muda dari NasDem itu juga mengingatkan pentingnya peran aktif perusahaan perkebunan dan masyarakat di tingkat desa. Menurutnya, edukasi, patroli mandiri, dan pelaporan dini titik api harus diperkuat agar potensi Karhutla bisa ditekan sejak awal.
“DPRD akan terus berkoordinasi dengan Pemkab dan Forkopimda. Jika ada kendala di lapangan, baik itu sarana prasarana maupun anggaran, kami siap fasilitasi pembahasannya. Tujuannya satu, Inhu bebas asap dan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan sehat,” tegasnya.
Apel kesiapsiagaan ini sekaligus menandai dimulainya operasi terpadu pemantauan titik panas, patroli darat-udara, serta sosialisasi bahaya Karhutla ke desa-desa rawan selama musim kemarau 2026.
(S.H)
