NADARAKYAT.COM,INHU, Riau – DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) turut hadir dalam pembukaan kegiatan Youth Camp atau Kemah Pemuda yang diselenggarakan Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Inhu. Acara dibuka secara resmi pada Senin, 29 Juni 2026, di area Wisata Panorama, Kecamatan Seberida.
Kegiatan dua hari, 29–30 Juni 2026, ini menjadi titik temu ratusan pemuda Kristen dari berbagai denominasi gereja se-Inhu. Mengusung tema _“Tidak Serupa dengan Dunia”_ berdasarkan Roma 12:2, Youth Camp diarahkan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan berakar pada nilai iman.
Kehadiran jajaran pengurus DPC GAMKI Inhu dinilai sebagai komitmen organisasi dalam mendukung program pembinaan mental, spiritual, dan sosial kepemudaan di wilayah Indragiri Hulu.
Ketua DPC GAMKI Inhu, Sabar Paiman Simatupang, S.H., menyampaikan bahwa forum seperti Youth Camp sangat dibutuhkan saat ini. Menurutnya, tekanan informasi, budaya digital, dan tantangan pergaulan membuat pemuda perlu ruang yang sehat untuk bertumbuh.
“Di tengah gempuran arus digital dan pengaruh global, pemuda Kristen harus punya fondasi yang kuat. Kegiatan ini momentum krusial untuk membekali mereka dengan nilai kebenaran, integritas, dan tanggung jawab sosial,” jelas Sabar.
Ia juga menegaskan kesiapan GAMKI untuk berkolaborasi dengan seluruh elemen gereja. “Kami sangat mengapresiasi langkah API Inhu yang konsisten merangkul anak muda. GAMKI siap bersinergi dan berjalan bersama demi melahirkan pemuda-pemudi yang tidak hanya kuat secara iman, tetapi juga aktif berkontribusi bagi kemajuan daerah, khususnya di Indragiri Hulu,” tambahnya.
Sambutan hangat juga datang dari panitia pelaksana. Krisman Z., yang juga merupakan pengurus DPC API Inhu, menyebut kolaborasi dengan GAMKI memberikan energi baru bagi kegiatan kepemudaan.
“Ketika lembaga aras gereja seperti API dan organisasi kepemudaan seperti GAMKI duduk bersama, kita menciptakan ekosistem yang lebih luas. Pemuda jadi punya banyak pintu untuk menyalurkan potensi, mulai dari pelayanan, kegiatan sosial, sampai pengabdian masyarakat,” kata Krisman.
Ia berharap sinergi ini berlanjut pada program lanjutan, seperti pelatihan kepemimpinan gereja, kegiatan bakti sosial, dan forum diskusi isu kepemudaan di Inhu.

Sepanjang dua hari pelaksanaan, peserta dibekali materi yang dirancang aplikatif dan kontekstual. Tiga fokus utama yang diangkat panitia adalah, Seminar Kepemimpinan (Leadership). Sesi ini mengajak peserta mengenali potensi diri, membangun gaya kepemimpinan yang melayani, dan menanamkan integritas sebagai pemimpin muda di gereja maupun masyarakat.
Pendalaman Iman dan Pembentukan Karakter, Melalui diskusi kelompok dan retret singkat, peserta diajak merenungkan panggilan iman serta membangun karakter yang tangguh menghadapi tantangan zaman.
Seminar Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda, Materi ini menghadirkan narasumber untuk memberikan pemahaman tentang risiko narkoba, cara menolak pergaulan negatif, dan pentingnya menjaga kesehatan mental.
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama. Diskusi berjalan aktif dan banyak pemuda yang berbagi pengalaman pelayanan di gereja masing-masing.
Menutup rangkaian pembukaan, GAMKI Inhu menyampaikan harapan agar Youth Camp tidak berhenti pada seremoni dan materi di kelas serta dapat Lahirkan Pemuda Pembawa Damai.
“Harapan kami, dari Seberida ini lahir agen perubahan, _agent of change_, yang membawa nilai damai, toleransi, dan persatuan. Inhu butuh pemuda yang berani tampil, beretika, dan menjadi teladan di lingkungannya,” tutup Sabar.
Dengan suksesnya pembukaan acara ini, panitia menargetkan Youth Camp dapat menjadi agenda rutin yang semakin memperkuat jaringan pemuda lintas gereja dan berdampak langsung bagi pembangunan sosial keagamaan di Bumi Gerbang Sari.
(S.H)
