NADARAKYAT.COM,INHU – Memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hulu, Sabtu Pradansyah Sinurat, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai pengingat pentingnya pemenuhan hak-hak anak.
Dalam pesannya, Sabtu menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anak-anak di Kabupaten Inhu dan Indonesia pada umumnya.
“Anak-anak adalah harapan, kebahagiaan, dan masa depan bangsa. Semoga setiap anak tumbuh dengan sehat, bahagia, berani bermimpi, serta dikelilingi kasih sayang dan kesempatan untuk meraih cita-citanya,” kata politisi Partai NasDem tersebut, Kamis (24/7/2026).
Menurutnya, anak bukan hanya aset keluarga, tetapi juga penentu arah pembangunan daerah ke depan. Karena itu, negara dan masyarakat memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan ruang untuk berkembang.
Sabtu Pradansyah juga menyoroti peran penting orang tua dan lingkungan sekitar dalam membentuk karakter anak.
Ia mengajak bagi seluruh rakyat Indonesia, terkhusus kepada segenap orang tua di Inhu, untuk bersama menciptakan suasana yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Mari bersama menciptakan lingkungan yang aman, penuh cinta, dan mendukung agar setiap anak dapat berkembang menjadi pribadi yang hebat. Rumah harus menjadi tempat pertama anak merasa nyaman, sekolah menjadi tempat ia belajar bermimpi, dan masyarakat menjadi tempat ia belajar berinteraksi dengan baik,” jelasnya.
Ketua DPRD Inhu itu menambahkan, tantangan di era digital saat ini membuat perlindungan anak menjadi semakin kompleks. Mulai dari bahaya perundungan, konten negatif di media sosial, hingga risiko putus sekolah. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, tokoh masyarakat, hingga media.
Pesan untuk Anak-Anak Inhu
Secara khusus, Sabtu juga menyampaikan pesan motivasi kepada anak-anak.
“Selamat Hari Anak! Teruslah tersenyum, belajar, bermain, dan gapai impianmu. Jangan takut untuk bermimpi besar. Kalian punya hak untuk didengar, dihargai, dan didukung,” pesannya.
Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan program nyata. Mulai dari peningkatan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan anak, ruang bermain yang aman, hingga perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi.
“Peringatan ini harus menjadi evaluasi kita bersama. Apakah anak-anak kita sudah mendapatkan yang terbaik dari kita? Jika belum, mari kita perbaiki bersama-sama,” tutupnya.
Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sejak tahun 1984 sebagai bentuk komitmen negara dalam menghormati Konvensi Hak Anak. Tema peringatan tahun ini menekankan pentingnya anak yang sehat, cerdas, ceria, dan terlindungi untuk Indonesia Emas 2045.
(S.H)
