NADARAKYAT.COM,INHU – Sebanyak 40 titik panas atau hotspot terpantau di Provinsi Riau pada Selasa (15/9/2026) sore. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan sebaran terbanyak, yakni 24 titik.
Data tersebut berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru hingga pukul 16.00 WIB.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bella R. Adelia, mengatakan puluhan titik panas itu tersebar di enam kabupaten/kota.
“Provinsi Riau mencatat 40 titik panas. Sebarannya ada di enam wilayah, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 24 titik,” ujar Bella.
Selain Indragiri Hulu, hotspot juga terdeteksi di Indragiri Hilir 7 titik, Kuantan Singingi 4 titik, Pelalawan 3 titik, serta Dumai dan Rokan Hilir masing-masing 1 titik.
Dominasi di Indragiri Hulu menunjukkan wilayah Riau bagian tengah hingga timur masih menjadi area rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Lebih dari separuh total hotspot Riau sore itu terkonsentrasi di kabupaten tersebut.
Meski jumlahnya jauh lebih rendah dibanding provinsi lain di Sumatera, keberadaan hotspot di Riau sudah berdampak pada jarak pandang.
BMKG mencatat, hingga pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru dan Rengat hanya sekitar 3 kilometer, Pelalawan 2,5 kilometer, dan Tambang 4 kilometer.
“Kondisi jarak pandang di seluruh lokasi tersebut dipengaruhi asap,” kata Bella.
Secara regional, sebaran hotspot di Pulau Sumatera masih tinggi. Total tercatat 4.028 titik.
Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 2.994 titik, disusul Bangka Belitung 354 titik, Jambi 319 titik, dan Lampung 269 titik. Sementara itu, Bengkulu 32 titik, Sumatera Barat 13 titik, Kepulauan Riau 5 titik, dan Sumatera Utara 2 titik.
Tingginya aktivitas hotspot di Sumatera bagian selatan, serta penurunan jarak pandang di beberapa wilayah Riau, membuat pemantauan dan kewaspadaan karhutla tetap harus ditingkatkan.
(S.H/LK)
